Senin, 17 November 2014

Contoh Resensi Buku Pengetahuan

Flu Burung dan Pencegahannya

Judul     :     Bahaya Dan Pencegahan Flu Burung 
Penulis     :    Fajar M. N.
Penerbit     :     Mitra Utama
Cetakan     :     2009
Total     :     68 Halaman 


Hadirnya buku ini, setidaknya disemangati oleh semboyan, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Oleh sebab itu, buku ini diharapkan menjadi bacaan berguna bagi pembaca agar tahu atau setidaknya siaga terhadap serangan virus flu burung.

Dari 68 halaman menjelaskan apa yang dimaksud dengan flu burung, bagaimana manusia dapat tertular,  bagaimana mengenali gejala flu burung pada manusia, dan cara yang dilakukan untuk pencegahan penularan flu burung.

Flu burung atau flu unggas (bird flu, 
avian influenza) adalah penyakit flu yang disebabkan oleh virus Avian Influenza jenis H5N1 yang terdapat pada burung liar. Pada mulanya, penyakitflu burung ini adalah penyakit hewan yang menyerang bangsa unggas. Flu burung atau sampar unggas ( fowlplaque ) adalah penyakit virus yang menyerang berbagai jenis unggas, meliputi ayam, kafkun, merpati, unggas air, burung-burung piaraan, hingga ke burung-burung liar. Namun, babi dan binatang lainnya juga dapat tertular flu burung.

Pada manusia, penyakit flu burung biasanya dimulai dengan gejala-gejala umum yang terjadi pada saat kita terkena influenza biasa. Waspadai kondisi tubuh ketika kita ataupun salah seorang anggota keluarga kita mengalami demam dengan suhu di atas 38°C, dan mengalami satu atau lebih gejala berikut.
1.    Batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, sulit Bernapas/sesak napas, nyeri perut/diare, muntah/mual, dan tidak nafsu makan.
2.    Rasa nyeri yang terasa parah namun tidak jelas sumbernya. Gejalaselanjutnya yang kemudian terjadi pada penderita adalah adanya infeksi saluran napas bawah, dan dapat berkembang menjadi infeksi/peradangan paru-paru yang sedemikian parah sehingga bisa membuat penderita tidak tertolong jiwanya.

Cara yang Dilakukan untuk Mencegah Penularan Flu Burung diantaranya 
1.    Menjauhi tempat unggas berada dan tidak melakukan kontak dengan unggas hidup saat wabah flu burung sedang merebak.
2.    Periksalah hewan unggas peliharaan kepada dokter hewan terdekat dan berikan vaksinasi pencegahan. 
3.    Jangan pernah menyentuh kotoran/tinja hewan unggas (peliharaan/peternakan/liar) yang ada di sekitar kita. 
4.    Segera bersihkan semua kotoran hewan unggas yang ditemukan di lingkungan sekitar tempat tinggal dengan menggunakan pengaman (sarung tangan dan masker), diikuti dengan penyemprotan desinfektan di area tersebut dan setelah selesai diakhiri dengan mencuci tangan dengan sabun.
5.    Membersihkan secara teratur kandang hewan unggas (peliharaan maupun peternakan) dengan menggunakan pengaman (sarung tangan dan masker), diikuti dengan penyemprotan desinfektan di area tersebut dan setelah selesai diakhiri dengan mencuci tangan dengan sabun.
6.    Terapkan kebiasaan rajin mencuci tangan dengan sabun untuk mempertahankan kebersihan tangan dari segala virus yangmenular, terutama setelah melakukan kontak dengan ayam, burung atau jenis unggas lainnya.
7.    Jalani pola hidup sehat dengan makan yang seimbang, istirahat yang cukup dan berolah raga secara teratur untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap risiko terkena virus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar